23 Oct 2025 | Berita | Admin
Bandung, 23 Oktober 2025 — Lembaga Sertifikasi Profesi Manajer Pendidikan Indonesia (LSP MPI) kembali mencatat sejarah penting dalam penguatan mutu sumber daya manusia bidang manajemen pendidikan. Sebanyak 47 SDM LSP MPI secara resmi dinyatakan lulus sebagai Asesor Kompetensi Bidang Manajemen Pendidikan Indonesia.
setelah melalui serangkaian proses pelatihan, uji kompetensi, dan verifikasi yang disahkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) MANAJER PENDIDIKAN INDONESIA kini resmi memiliki asesor kompetensi setelah 47 SDM LSP tersebut dinyatakan lulus sebagai asesor dan memiliki sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertidikasi Profesi.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi dunia manajemen pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menjawab kebutuhan akan tenaga profesional yang memiliki kompetensi terstandar dan terverifikasi nasional. Para asesor yang dinyatakan lulus kini siap berperan aktif dalam proses sertifikasi manajer pendidikan di berbagai lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.
Direktur LSP MPI, Prof. Dr. Badrudin, M.Ag., CIIQA, CEAM, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa ini. Beliau menegaskan bahwa kehadiran 47 asesor baru ini merupakan bentuk nyata komitmen LSP MPI dalam mendukung peningkatan mutu manajemen pendidikan di tanah air.
“Kami bersyukur kepada Allah SWT atas terbitnya sertifikat asesor kompetensi bidang manajemen pendidikan ini. Harapan kami, para asesor dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan mutu manajer pendidikan Indonesia melalui proses sertifikasi yang objektif, profesional, dan berintegritas,” ujar Prof. Badrudin.
Beliau juga menambahkan bahwa para asesor yang baru dilantik berasal dari berbagai latar belakang akademik dan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan peningkatan mutu manajemen pendidikan kini menjadi agenda nasional lintas wilayah dan lintas institusi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah LSP MPI, Prof. Dr. Hj. Aan Komariah, M.Pd., turut menyampaikan rasa syukur atas pencapaian besar ini. Menurutnya, terbitnya sertifikat asesor kompetensi dari BNSP adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi yang kuat antara tim LSP MPI dan seluruh peserta pelatihan asesor.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang dalam proses panjang ini. Sertifikat yang diterbitkan BNSP menjadi bukti bahwa SDM kita memiliki kapasitas dan kredibilitas untuk melaksanakan sertifikasi di bidang manajemen pendidikan secara nasional,” tutur Prof. Aan Komariah.
Beliau juga menekankan bahwa keberadaan asesor kompetensi ini sangat penting dalam memastikan setiap manajer pendidikan di Indonesia memiliki standar profesional yang diakui secara nasional maupun internasional. Dengan demikian, lembaga pendidikan dapat dikelola dengan lebih efektif, efisien, dan berorientasi mutu.
LSP MPI, yang bernaung di bawah lisensi resmi BNSP, memiliki mandat untuk melakukan sertifikasi terhadap berbagai skema kompetensi di bidang manajemen pendidikan. Kehadiran asesor baru ini memperkuat posisi LSP MPI sebagai lembaga yang berperan strategis dalam menyiapkan tenaga manajerial pendidikan yang unggul.
Selain itu, Prof. Badrudin menegaskan bahwa sertifikasi asesor bukan hanya tentang pengakuan formal, melainkan juga tentang tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga kualitas sumber daya manusia pendidikan. Para asesor diharapkan menjadi pelopor dalam menegakkan nilai-nilai mutu, integritas, dan etika profesi di dunia pendidikan.
Pencapaian ini juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan kerja sama LSP MPI dengan berbagai perguruan tinggi, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dan lembaga pelatihan di seluruh Indonesia. Dengan demikian, proses sertifikasi dapat menjangkau lebih banyak manajer pendidikan di berbagai daerah.
Dalam waktu dekat, LSP MPI berencana melaksanakan program penguatan kapasitas asesor melalui kegiatan refreshment, benchmarking, dan pelatihan lanjutan agar para asesor senantiasa adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan nasional dan dinamika global.
Selain meningkatkan kompetensi asesor, LSP MPI juga berkomitmen untuk terus menyempurnakan instrumen uji, perangkat skema, dan sistem asesmen berbasis digital agar proses sertifikasi menjadi lebih transparan, efisien, dan kredibel di mata publik.
Keberhasilan ini menjadi cerminan semangat kolaboratif antara LSP MPI, BNSP, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Bersama, mereka berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang profesional, berdaya saing, dan berorientasi mutu.
Salah satu asesor baru, Prof. Dr. Tien Rafida, M.Ag. dari UIN Sumatera Utara Medan, menyampaikan rasa bangga dan tanggung jawab besar setelah resmi menerima sertifikat asesor kompetensi dari BNSP.
“Menjadi asesor bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga amanah besar untuk memastikan manajer pendidikan di Indonesia bekerja sesuai standar kompetensi yang unggul. Saya berharap kehadiran kami dapat membantu memperkuat profesionalisme dan budaya mutu di setiap lembaga pendidikan,” ujar Prof. Tien Rafida penuh semangat.
Dengan lahirnya 47 asesor kompetensi bidang manajemen pendidikan, LSP MPI optimistis bahwa Indonesia semakin siap menghadapi tantangan globalisasi pendidikan. Para asesor ini akan menjadi garda depan dalam memastikan setiap manajer pendidikan memiliki kompetensi yang unggul, relevan, dan berstandar nasional.
Sebagai penutup, Prof. Badrudin menegaskan kembali komitmen LSP MPI:
“Kami tidak hanya ingin mencetak asesor, tetapi membangun budaya mutu dalam manajemen pendidikan nasional. Karena mutu pendidikan yang baik berawal dari manajemen yang kompeten dan profesional.”